Sabtu, 28 Januari 2017

Memuliakan Tamu Adalah Ibadah


ﻗــﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴــﺦ ﺍﺑـﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴـﻦ ﺭﺣﻤـﻪ ﺍﻟﻠﻪ :

ﺇﻛﺮﺍﻡ ﺍﻟﻀﻴﻒ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻻ ﻧﻘﻮﻝ ﺇﻧﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺎﺩﺍﺕ ﺑﻞ ﻧﻘﻮﻝ ﺇﻧﻪ
ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺍﺕ ﻷﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗـﺎﻝ :

ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻓﻠﻴﻜﺮﻡ ﺿﻴﻔﻪ ﻓﺈﻛﺮﺍﻡ ﺍﻟﻀﻴﻒ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺗﻘﺮﺏ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﻦ ﺭﺑﻪ ، ﻭﺗﻜﻮﻥ ﺳﺒﺒﺎ ﻟﺼﻼﺣﻪ ﺑﺈﺫﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
.
ﻓﺘــﺎﻭﻯ ﻧـﻮﺭ ﻋﻠـﻰ ﺍﻟـﺪﺭﺏ : 11/274

Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah :

"Memuliakan tamu tidak sepantasnya bagi kita untuk mengatakan bahwa dia termasuk adat/kebiasaan, bahkan kita katakan bahwa dia termasuk ibadah-ibadah, karena Nabi -shallallahu alaihi wasallam- bersabda :

'Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakan tamunya '

Maka memuliakan tamu adalah ibadah yang mendekatkan seseorang kepada Rabbnya, dan jadilah sebagai sebab untuk kesholehannya dengan izin Allah ta'ala ".

��Fataawa Nuur Alad Darb  11/274

��

Senin, 21 Desember 2015

2 Rukun Syahadat

��أشهد أن لا إله إلا الله و أشهد أن محمد رسول الله ��

��قال الشيخ ابن العثيمين رحمه الله

▫▫▫▫▫
شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله.  و هنا مسألة :
✅لمذا جعل هذان ركنا واحدا، و لم يجعلا ركنين؟

☑و الجواب : أن  الشهادة بهذين تبنى عليها صحة الأعمال كلها. لأن شهادة ألا إله إلا الله تستلزم الإخلاص.

و شهادة أن محمدا رسول الله تستلزم الاتباع. و كل عمل يتقرب به إلى الله لا يقبل إلا بهذين الشرطين : الإخلاص لله و المتابعة لرسول الله

��شرح الأربعين النووية ، ص : ٢٩

��=======��=======��

��Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Ilah Yang Berhak Diibadahi Kecuali Allah,  Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Rasulullah ��

▫▫▫▫▫
��Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah :

"Persaksian bahwa tidak ada ilah yang berhaq diibadahi kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah,  dan disini ada suatu masalah :
☑Kenapa dua persaksian ini dijadikan satu rukun,  dan tidak dijadikan dua rukun ?

✅Dan jawabnya : Bahwasanya persaksian dengan dua hal ini akan dibangun diatasnya sahnya amalan-amalan seluruhnya. Karena persaksian Laa Ilaha Illa Allah,  mewajibkan untuk Ikhlas.

Dan persaksian bahwa Muhammad Rasulullah mewajibkan untuk Ittiba'. Dan setiap amalan yang mendekatkan diri dengannya kepada Allah,  tidak akan diterima kecuali dengan dua syarat ini : yaitu Ikhlas kepada Allah dan Ittiba' kepada Rasulullah".

��Syarhul Arba'in An Nawawiyah ,Hal:29